Jangan Menyerah Kawan…

Keterbatasan fisik sudah pasti akan mengganggu pergerakan — namun tidak selalu itu menjadi sesuatu yang menghambat. Selama masih punya yang namanya semangat dan niat yang kuat, maka keterbatasan fisik yang ada tidak akan menjadi kendala untuk berbuat dan melakukan sesuatu.

Beethoven yang tuli justru bisa menghasilkan karya yang lebih membahana daripada saat kedua telinganya masih berfungsi dengan normal. Pun demikian dengan Ramaditya. Seorang pemuda tuna netra yang berhasil berdamai dengan kegelapan, bahkan mampu berpresrasi di kancah internasional. Ini membuktikan bahwa apa yang saiya katakan diatas bukan membual.

Lantas bagaimana bila ada manusia yang lengkap anggota badannya dan kesemuanya dapat berfungsi dengan sempurna — tetapi sampai putus asa dan menenggelamkan diri dalam buaian narkoba? — Maka yang dapat saiya katakan…

bahwa manusia semacam itu adalah manusia bodoh!

  1. wah, ulasan yang menarik. hanya orang keblinger, mas yuda, kalau harus menyakiti diri sendiri dengan menghamba pada narkoba.

    • Maksehh.. telah berkenan berkunjung.
      **Tapi nama saiya Yuandra Pak, bukan Yuda…**

  1. Belum ada trackback.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.